
Ibu A Tablet EX
Ibu A Tablet EX
¥498 JPY
/

products.product.pickup_availability.unavailable
Eve A Tablet EX
Obat penurun demam dan pereda nyeri untuk berbagai nyeri, termasuk nyeri haid dan sakit kepala yang berat
Untuk siapa dan kapan produk ini cocok
Ikhtisar produk
Eve A Tablet EX adalah obat penurun demam dan pereda nyeri dari SS Pharmaceutical. Produk ini mengandung ibuprofen sebagai bahan pereda nyeri yang menekan pembentukan prostaglandin sebagai sumber nyeri, dikombinasikan dengan alil isopropil asetilurea dan kafein anhidrat. Produk ini digunakan untuk meredakan berbagai nyeri yang ditetapkan secara resmi, termasuk nyeri haid dan sakit kepala, serta untuk menurunkan demam saat menggigil dan demam.
Keunggulan produk
Formula pereda nyeri berbasis ibuprofen
Bahan aktifFormula ini mengombinasikan ibuprofen, yang menekan pembentukan prostaglandin sebagai sumber nyeri seperti nyeri haid dan sakit kepala, dengan alil isopropil asetilurea dan kafein anhidrat.
Mengatasi berbagai nyeri, termasuk nyeri haid dan sakit kepala
Cakupan indikasiObat penurun demam dan pereda nyeri yang dapat digunakan untuk meredakan nyeri yang tercantum dalam brosur, seperti nyeri haid, sakit kepala, sakit gigi, sakit tenggorokan, nyeri pinggang, nyeri bahu, dan sakit telinga.
Dapat digunakan untuk menurunkan demam
Penurunan demamFormula ini dapat digunakan tidak hanya untuk nyeri, tetapi juga untuk menurunkan demam saat menggigil dan demam.
Bahan aktif (dalam 1 dosis)
| Nama bahan | Kandungan | Klasifikasi |
|---|---|---|
| Ibuprofen | 200 mg (dalam 1 dosis) | Bahan penurun demam dan pereda nyeri |
| Alil isopropil asetilurea | 60 mg (dalam 1 dosis) | Bahan penenang |
| Kafein anhidrat | 80 mg (dalam 1 dosis) | Bahan penunjang pereda nyeri |
Indikasi dan efek
Aturan penggunaan dan dosis
| Usia | Dosis sekali minum | Frekuensi per hari |
|---|---|---|
| Dewasa (15 tahun ke atas) | 2 Tablet | Maksimal 3 kali sehari. Sebisa mungkin hindari mengonsumsi saat perut kosong. Beri jarak minimal 6 jam antar konsumsi. |
| Di bawah 15 tahun | Jangan dikonsumsi | — |
- Ini adalah Obat Kelas 2 Terklasifikasi. Bacalah brosur terlampir dengan saksama sebelum mengonsumsinya.
- Orang-orang berikut tidak boleh menggunakan obat ini: orang yang pernah mengalami gejala alergi akibat obat ini atau kandungannya, orang yang pernah mengalami asma setelah mengonsumsi obat ini atau obat penurun demam dan pereda nyeri lainnya maupun obat flu, anak-anak di bawah 15 tahun, serta wanita hamil dalam 12 minggu sebelum perkiraan tanggal persalinan.
- Jangan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin setelah mengonsumsi obat ini (dapat menyebabkan kantuk).
- Jangan minum alkohol sebelum atau sesudah mengonsumsi obat ini.
- Jangan digunakan dalam jangka panjang. Batasi penggunaan hanya saat mengalami gejala.
- Orang-orang berikut harus berkonsultasi dengan dokter, apoteker, atau tenaga penjual obat terdaftar sebelum mengonsumsi: orang yang sedang menjalani pengobatan dokter, wanita hamil atau yang menduga dirinya hamil, wanita menyusui, Lansia, orang yang pernah mengalami gejala alergi akibat obat atau lainnya, orang yang memiliki penyakit pada saluran pencernaan seperti tukak lambung atau tukak duodenum, orang yang memiliki penyakit darah, penyakit hati, penyakit ginjal, atau penyakit jantung, orang yang memiliki lupus eritematosus sistemik, orang yang memiliki penyakit jaringan ikat campuran, serta orang yang telah didiagnosis menderita kolitis ulseratif atau penyakit Crohn.
- Jika setelah mengonsumsi muncul ruam, kemerahan, gatal, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, rasa tidak nyaman pada lambung, pusing, pembengkakan, atau gejala lainnya, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter, apoteker, atau tenaga penjual obat terdaftar.
- Dalam kasus yang jarang terjadi, telah dilaporkan gejala serius seperti syok (anafilaksis), sindrom Stevens-Johnson, nekrolisis epidermal toksik, serangan asma, gangguan fungsi hati, gangguan ginjal, dan meningitis aseptik. Jika merasakan kelainan, segera hentikan penggunaan dan periksakan diri ke dokter.
- Hindari penggunaan bersamaan dengan obat penurun demam dan pereda nyeri lainnya, obat flu, obat penenang, atau obat mabuk perjalanan.
- Jika gejala tidak membaik setelah mengonsumsi 5–6 kali, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter, apoteker, atau tenaga penjual obat terdaftar.
- Simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung.
- Simpan di tempat yang tidak dapat dijangkau anak-anak.
- Jangan memindahkan produk ke wadah lain (untuk mencegah kesalahan penggunaan dan menjaga kualitas).
- Jangan mengonsumsi produk setelah melewati tanggal kedaluwarsa.








































































