
Mune Seiyaku Kotobuki Enema 10 untuk Bayi dan Balita (1–6 tahun)
Mune Seiyaku Kotobuki Enema 10 untuk Bayi dan Balita (1–6 tahun)
¥528 JPY
/

products.product.pickup_availability.unavailable
Kotobuki Enema 10 untuk bayi dan anak kecil
Enema gliserin untuk sembelit pada bayi dan anak kecil berusia 1 tahun hingga kurang dari 6 tahun
Untuk siapa dan kapan
Ringkasan produk
Kotobuki Enema 10 untuk bayi dan anak kecil adalah obat enema Kelas 2 dari Mune Pharmaceutical. Mengandung bahan aktif gliserin dan digunakan untuk mengatasi sembelit pada bayi dan anak kecil berusia 1 tahun hingga kurang dari 6 tahun. Ini adalah sediaan obat luar yang dimasukkan ke dalam rektum; setelah digunakan, tahan sebentar sampai rasa ingin buang air besar menguat. Jika digunakan pada anak-anak, penting untuk menggunakannya di bawah bimbingan dan pengawasan wali serta tidak menggunakannya terus-menerus.
Keunggulan produk
Penanganan sembelit dengan gliserin
Bahan aktifObat enema yang mengandung gliserin sebagai bahan aktif dan digunakan untuk gejala sembelit.
Dirancang sesuai kelompok usia bayi dan anak kecil
Usia sasaranDirancang terutama untuk anak berusia 1 tahun hingga kurang dari 6 tahun, dengan petunjuk khusus tentang cara menakar dosis untuk anak berusia kurang dari 1 tahun.
Jenis obat luar yang dimasukkan ke dalam rektum
Bentuk sediaanIni adalah obat luar berbentuk sediaan yang dimasukkan untuk digunakan sebagai enema saja, bukan untuk diminum.
Bahan aktif dan bahan tambahan
| Nama bahan | Kandungan | Klasifikasi |
|---|---|---|
| Gliserin | 5 g (dalam 1 wadah berisi 10 g) | Bahan aktif |
| Benzalkonium klorida | Bahan tambahan | |
| Air murni | Bahan tambahan |
Khasiat dan kegunaan
Aturan penggunaan dan dosis
| Usia | Dosis per penggunaan | Frekuensi per hari |
|---|---|---|
| Usia 1 tahun hingga kurang dari 6 tahun | Masukkan satu wadah (10 g) ke dalam rektum per penggunaan. | Jika tidak terasa efeknya, dosis yang sama dapat dimasukkan kembali. |
| Bayi berusia kurang dari 1 tahun | Ukur sekitar setengah isi satu wadah per penggunaan (sekitar 5 g) menggunakan garis 1/2 pada wadah, lalu masukkan ke dalam rektum. | Jika tidak terasa efeknya, dosis yang sama dapat dimasukkan kembali (buang sisa Cairan setelah digunakan). |
- Hal yang tidak boleh dilakukan: Jangan digunakan terus-menerus (penggunaan rutin dapat mengurangi efektivitasnya dan menimbulkan “kebiasaan”, sehingga cenderung bergantung pada obat).
- Orang-orang berikut harus berkonsultasi dengan dokter, apoteker, atau penjual obat terdaftar sebelum digunakan: (1) Orang yang sedang menjalani pengobatan dokter. (2) Wanita hamil atau yang diduga hamil (sebaiknya tidak digunakan karena berisiko menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur). (3) Bayi berusia kurang dari 1 tahun. (4) Lansia. (5) Orang yang mengalami sakit perut hebat, mual dan muntah, atau perdarahan akibat wasir. (6) Orang yang telah didiagnosis menderita penyakit jantung.
- Jika tidak buang air besar setelah digunakan 2–3 kali, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter, apoteker, atau penjual obat terdaftar dengan membawa kotak luarnya.
- Perhatian lainnya: Gejala berikut dapat muncul—pusing saat berdiri, rasa panas pada area anus, dan rasa tidak nyaman.
- Patuhi aturan penggunaan dan dosis, terutama hindari penggunaan sembarangan pada bayi dan anak kecil, serta jangan terlalu mengandalkan enema.
- Simpan di tempat sejuk yang terhindar dari sinar matahari langsung.
- Simpan di tempat yang tidak dapat dijangkau anak-anak.
- Jangan dipindahkan ke wadah lain (dapat menyebabkan kesalahan penggunaan atau mengubah kualitas).






































































