Obat Kelas 2 TerklasifikasiObat diare
Loperamacsat
Untuk diare yang mengganggu akibat terlalu banyak makan, terlalu banyak minum, atau kedinginan saat tidur
✦ Mengandung loperamide hidroklorida✦ Menekan gerakan peristaltik usus✦ Untuk dewasa
Untuk siapa dan kapan digunakan
🍽️
Bagi Anda yang mengalami diare akibat terlalu banyak makan
Untuk membantu menekan gejala diare yang dipicu oleh makan berlebihan
🍶
Bagi Anda yang khawatir mengalami diare setelah terlalu banyak minum
Untuk membantu meredakan diare yang terjadi setelah minum alkohol atau dalam kondisi lainnya
🥶
Bagi Anda yang mengalami sakit perut akibat kedinginan saat tidur
Formula ini ditujukan untuk mengatasi diare akibat kedinginan.
💼
Bagi Anda yang ingin menekan diare saat berada di luar rumah
Dirancang agar konsumsi dapat dihentikan setelah diare berhenti, terutama saat diare berlanjut dan mengganggu aktivitas.
Ringkasan produk
Loperamacsat adalah obat Obat diare untuk mengatasi diare akibat terlalu banyak makan atau minum serta kedinginan saat tidur. Bahan aktif loperamide hidroklorida bekerja langsung pada usus dan menekan gerakan peristaltik usus yang meningkat untuk memperbaiki diare. Hentikan konsumsi setelah diare berhenti.
Keunggulan produk
01
Loperamide hidroklorida bekerja pada usus
Bahan aktif
Loperamide hidroklorida bekerja langsung pada usus dan menekan gerakan peristaltik usus yang meningkat untuk memperbaiki diare.
02
Untuk diare akibat terlalu banyak makan, terlalu banyak minum, atau kedinginan saat tidur
Khasiat
Membantu mengatasi diare yang umum terjadi sehari-hari, seperti diare akibat terlalu banyak makan atau minum serta diare akibat kedinginan saat tidur.
03
Dirancang untuk tidak dikonsumsi setelah diare berhenti
Panduan konsumsi
Jika diare sudah berhenti, jangan teruskan konsumsi; gunakan hanya saat diperlukan. Beri jeda setidaknya 4 jam antar konsumsi.
✦
Untuk dewasa (usia 15 tahun ke atas)
Aturan penggunaan ini ditujukan untuk usia 15 tahun ke atas.
✦
Konsumsi hingga 2 kali sehari
Batasi hingga 1 Tablet setiap kali konsumsi dan 2 kali sehari (lihat aturan penggunaan dan dosis untuk detail).
Indikasi
Diare akibat terlalu banyak makan atau minum, serta diare akibat kedinginan saat tidur
Aturan penggunaan dan dosis
| Usia |
Dosis setiap kali konsumsi |
Frekuensi harian |
| Dewasa (usia 15 tahun ke atas) |
1 Tablet setiap kali konsumsi |
2 kali sehari (jeda antar konsumsi setidaknya 4 jam) |
Jangan mengonsumsi obat ini jika diare sudah berhenti. Patuhi aturan penggunaan dan dosis. Ikuti petunjuk dalam brosur dan keterangan pada kemasan mengenai boleh tidaknya digunakan pada anak-anak serta detail lainnya. Jika ada hal yang tidak jelas, konsultasikan dengan apoteker atau penjual obat terdaftar.
⚠️ Perhatian penggunaan
- Patuhi aturan penggunaan dan dosis yang telah ditetapkan.
- Jangan mengonsumsi obat ini jika diare sudah berhenti.
- Beri jeda setidaknya 4 jam antar konsumsi.
- Orang-orang berikut harus berkonsultasi dengan dokter, apoteker, atau penjual obat terdaftar sebelum menggunakan: orang yang sedang menjalani perawatan dokter, wanita hamil atau yang diduga hamil, wanita yang sedang menyusui, Lansia, orang yang pernah mengalami gejala alergi akibat obat atau lainnya, orang yang telah didiagnosis menderita diare oleh dokter, orang yang mengalami tinja berdarah atau bercampur lendir darah, orang yang mengalami diare disertai demam, orang yang mengalami diare akut dan parah atau diare disertai gejala seperti sakit perut, perut kembung, mual, dan sebagainya, orang yang berulang kali mengalami sembelit atau mudah mengalami sembelit, dan lainnya (ikuti petunjuk dalam brosur).
- Jika muncul kelainan selama atau setelah penggunaan, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter, apoteker, atau penjual obat terdaftar.
- Obat ini adalah Obat diare, bukan obat untuk mengatasi penyebabnya. Jika gejala tidak membaik, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
- Ini adalah Obat Kelas 2 Terklasifikasi. Konsultasikan dengan apoteker atau penjual obat terdaftar sebelum membeli atau menggunakannya.
📦 Perhatian penyimpanan
- Simpan di tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung.
- Simpan di tempat yang tidak dapat dijangkau anak-anak.
- Jangan memindahkan produk ke wadah lain.
- Jangan gunakan produk yang telah melewati tanggal kedaluwarsa.
●Fitur
●Hidroklorida loperamid bekerja langsung pada usus untuk menekan pergerakan peristaltik yang meningkat dan memperbaiki diare.
●Hidroklorida loperamid menekan sekresi air dan elektrolit di usus, serta mendorong penyerapan air ke dalam usus, sehingga memperbaiki diare.
●Tablet yang cepat larut di dalam mulut.
【Obat Kelas 2 Terklasifikasi】
●Khasiat/Efek
Diare akibat makan atau minum berlebihan, diare akibat kedinginan saat tidur
<Perhatian terkait Khasiat/Efek>
●Dosis dan Aturan Pakai
Konsumsi dosis sekali minum berikut. Jarak antar konsumsi harus lebih dari 4 jam. Jangan konsumsi jika diare sudah berhenti.
[Usia: Dosis sekali minum: Frekuensi konsumsi per hari]
Dewasa (15 tahun ke atas): 1 tablet: 2 kali
Di bawah 15 tahun: Jangan konsumsi
<Perhatian terkait Dosis dan Aturan Pakai>
(1) Patuhi dosis dan aturan pakai yang telah ditentukan.
(2) Cara mengeluarkan tablet
Tekan bagian menonjol pada lembar PTP yang berisi tablet dengan ujung jari hingga aluminium foil di belakang robek, lalu keluarkan dan minum.
(Jika tertelan langsung tanpa dikeluarkan, dapat menyebabkan kecelakaan seperti menusuk mukosa esofagus.)
Karena obat ini mudah pecah, keluarkan dari lembar PTP dengan menekan menggunakan ujung jari tanpa menggunakan kuku. Selain itu, saat mengeluarkan dari lembar PTP, aluminium foil bisa terpotong bulat, harap berhati-hati agar tidak tertelan bersama tablet.
(3) Obat ini bisa pecah atau retak, tetapi tidak mengurangi efektivitasnya. Konsumsi juga bagian yang pecah atau retak. Segera konsumsi tablet yang sudah dikeluarkan.
●Komposisi/Jumlah
Dalam 2 tablet
Hidroklorida loperamid 1mg
〔Bahan Tambahan〕
Eritritol, D-mannitol, povidon, natrium sakarin, makrogol, magnesium stearat, silika anhidrat, pewangi (mengandung l-mentol)
<Perhatian terkait Komposisi/Jumlah>
●Bentuk Sediaan
Tablet (oral - tablet)
●Perhatian Penggunaan
■Hal yang tidak boleh dilakukan
(Jika tidak dipatuhi, gejala saat ini bisa memburuk atau efek samping/kecelakaan bisa terjadi)
1. Jangan konsumsi jika Anda:
Pernah mengalami reaksi alergi terhadap obat ini atau komponennya.
2. Jangan konsumsi obat ini bersamaan dengan obat berikut selama pemakaian:
Obat pereda nyeri dan antispasmodik saluran pencernaan
3. Jangan mengemudi kendaraan atau mengoperasikan mesin setelah konsumsi
(Karena bisa menyebabkan kantuk atau gejala lain.)
4. Jangan minum alkohol sebelum dan sesudah konsumsi
■Konsultasikan
1. Konsultasikan dengan dokter, apoteker, atau penjual terdaftar sebelum konsumsi jika Anda:
(1) Sedang menjalani pengobatan dokter.
(2) Mengalami diare disertai demam, diare berdarah, atau diare berlendir yang berkelanjutan.
(3) Mengalami diare akut yang parah atau diare disertai gejala seperti nyeri perut, perut kembung, mual, dll.
(Menghentikan diare secara paksa dengan obat ini bisa memperburuk penyakit.)
(4) Ibu hamil atau diduga hamil.
(5) Sedang menyusui.
(6) Lansia.
(7) Pernah mengalami reaksi alergi terhadap obat.
(8) Memiliki penyakit anus yang harus menghindari sembelit.
(Obat ini bisa menyebabkan sembelit.)
2. Jika setelah konsumsi muncul gejala berikut, kemungkinan efek samping, segera hentikan konsumsi dan konsultasikan dengan dokter, apoteker, atau penjual terdaftar dengan membawa dokumen ini
[Bagian yang berhubungan: Gejala]
Kulit: Ruam, kemerahan, gatal
Saluran pencernaan: Sembelit, perut kembung, ketidaknyamanan perut, mual, nyeri perut, muntah, nafsu makan menurun
Sistem saraf: Pusing
Kadang-kadang gejala serius berikut bisa terjadi. Jika terjadi, segera periksakan ke dokter.
[Nama Gejala: Gejala]
Syok (anafilaksis): Segera setelah konsumsi muncul gatal kulit, biduran, suara serak, bersin, gatal tenggorokan, sesak napas, jantung berdebar, kebingungan.
Gejala seperti ileus (obstruksi usus): Nyeri perut hebat, berhentinya keluarnya gas (kentut), muntah, sembelit berat disertai perut kembung.
Sindrom kulit-mukosa-mata (Sindrom Stevens-Johnson): Demam tinggi, mata merah, keluar cairan mata, luka pada bibir, sakit tenggorokan, ruam luas dan kemerahan pada kulit yang menetap atau memburuk dengan cepat.
Nekrolisis epidermis toksik: Demam tinggi, mata merah, keluar cairan mata, luka pada bibir, sakit tenggorokan, ruam luas dan kemerahan pada kulit yang menetap atau memburuk dengan cepat.
3. Jika setelah konsumsi muncul gejala berikut, hentikan konsumsi dan konsultasikan dengan dokter, apoteker, atau penjual terdaftar dengan membawa dokumen ini
Sembelit
4. Jika setelah 2-3 hari konsumsi gejala tidak membaik, hentikan konsumsi dan konsultasikan dengan dokter, apoteker, atau penjual terdaftar dengan membawa dokumen ini
●Peringatan Penyimpanan dan Penanganan
(1) Simpan di tempat sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung.
(2) Simpan di tempat yang tidak terjangkau anak-anak.
(3) Jangan pindahkan ke wadah lain.
(Karena bisa menyebabkan kesalahan penggunaan atau perubahan kualitas.)
(4) Jangan konsumsi produk yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa atau tanggal penempatan.
(5) Jika tablet dibiarkan di tempat lembap, bisa menjadi lunak, tetapi efektivitasnya tidak berubah.